Beras Bulog Tak Disukai Warga

Warga kota di kota Tangerang, umumnya tidak suka dengan beras murah yang dikeluarkan Perum Bulog.
Sebab, kualitas beras itu kurang bagus, jika dimasak nasi terasa pera. Umumnya oleh konsumen beras Bulog dioplos dengan beras yang berkualitas baik agar nasi yang dihasilkan menjadi enak.

“Biarpun murah, tidak banyak warga yang membeli. Karena nasinya pera. Biasanya oleh konsumen disiasati, beras itu dioplos dengan yang pulen,” ucap Alex, pedagang beras di Pasar Bengkok, kota Tangerang, kepada Warta Kota, Juma (7/1).

Kata Alex, biasanya konsumen mencampur beras Bulog itu dengan komposisi seimbang, agar naasi yang dihasilkan menjadi enak. “Yang mengoplos itu bukan pedagang, tapi konsumen sendiri,” ujarnya.

Bahkan saking pera nya, tukang nasi goreng keliling juga enggan membeli beras Bulog yang dijual Rp. 6.200/kg itu. “Tukang nasi goreng memang beli beras pera, tapi yang berkualitas super yang harganya Rp. 10.000/kg, “ucap Alex.

Namun diakui Alex, kehadiran beras Bulog mampu meredam gejolak harga beras di dalam negeri. “Sudah hampir sebulan ini turun, rata-rata sebesar Rp. 500/kg. Mungkin jika operasi pasar terus dilakukan, bulan depan bisa turun Rp. 300/kg lagi. Dengan begitu harga beras sudah normal kembali.” ujarnya.

Seperti bears IR 64 kualitas I kini dijual Rp. 7.500/kg, kualitas II Rp. 6.900/kg, dan kualitas III Rp. 6.500/kg. Sedangkan untuk beras kualitas premium misalnya Pandan Wangi masih tetap stabil, yaitu Rp. 9.800/kg.

Sumber: Warta Kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: